728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 27 Maret 2012

    Linux, Quota dan Kernel part 1

    1. Pendahuluan

    Di sebuah komputer yang digunakan oleh banyak user dan belum diterapkan pemberian Disk Quota, seringkali masing-masing user menyimpan datanya tanpa memperhatikan kapasitas harddisk komputer tersebut. Tentu saja hal in akan menimbulkan masalah-masalah yang membuat pusing seorang administrator. Untuk mengatasi agar masing-masing user tidak dapat menyimpan data melebihi kapasitas yang diizinkan , maka seorang administrator perlu menerapkan pemberian disk quota pada masing-masing user tersebut. Akan tetapi mungkin saja ada beberapa user yang ingin diberikan disk quota yang lebih besar atau bahkan mungkin diberikan disk quota yang tidak terbatas. Karena itu dengan penerapan disk quota ini dapat diatur pembagian quota masing-masing user sesuai dengan yang dikehendaki.



    Banyak pilihan yang dapat digunakan dalam menentukan cara untuk memberikan batas quota yag mungkin dialokasikan untuk seorang user atau group yaitu apakah dengan menentukan ruang disk atau dengan menentukan banyak file yang boleh mereka buat. Anda boleh saja membatasi alokasi ruang disk (block quota) atau berdasarkan jumlah file (inode quota) atau mungkin kombinasi keduanya. Masing-masing pembatasan ini kemudian akan dibagi atas dua kategori, yaitu kategori hard limit dan soft limits.



    Hard limit tidak boleh dilewati. Setelah seorang user mencapai hard limitnya, dia tidak akan mendapatkan tambahan alokasi baru pada file sistem tersebut. Sebagai contoh jika user tersebut mempunyai hard limit 500 blok dalam sebuah file sistem saat dia telah mengggunakan 490 blok, maka user tersebut hanya tinggal memiliki alokasi 10 blok. Jika dia mencoba untuk mengalokasikan tambahan 11 blok, maka usaha ini akan gagal karena sudah melewati hard limitnya.



    Sebaliknya soft limit dapat dilewati tapi hanya selama waktu yang telah ditetapkan. Periode ini dikenal dengan sebutan grace period, yang harga defaultnya adalah seminggu atau tujuh hari. Jika seorang user tetap mempertahankan kelebihan quota di batas soft limit lebih lama dari grace periodyang dimilikinya, maka soft limit ini akan berubah menjadi hard limit. Kemudian karena sifat hard limit, dia tidak akan memperoleh tambahan alokasi lagi. Saat user tersebut mengembalikan lagi pemakaian ruang disk di bawah batas quota yang dimilikinya, grace period akan diset ulang.



    Kernel merupakan inti dari sistem operasi Linux. Program-program lainnya seperti kompiler, editor, window manager dsb adalah paket distribusi yang disertakan melengkapi sistem Linux. Kernel berisi program yang dimuat saat boot dan berfungsi sebagai interface antara software dan hardware. Kernel juga bertugas menangani permintaan membaca atau menulis peralatan disk, melakukan tugas-tugas network, proses input/output, manajemen memori, dsb. Kita harus mengkonfigurasikan kernel dan mengkompilenya agar benar-benar efisien dan sesuai dengan sistem Linux kita. Pada dasarnya linux adalah kernel. Program-program lainnya seperti kompiler, editor, window manager dsb yang disertakan adalah paket distribusi yang melengkapi kernel menjadi sebuah sistem yang operasi yang lengkap. Informasi mengenai perkembangan kernel khususnya yang terbaru bisa dilihat di homepage http://www.kernel.org atau http://www.linuxtoday.org. 



    2. Konfigurasi Quota

    Sebelum mencoba untuk menggunakan disk quota perlu diingat bahwa quota harus sudah dikonfigurasi di kernel anda dan sistem anda sudah terinstall paket quota. Pada Linux Redhat versi 6.2, paket quota bisa diinstall dengan rpm jika saat instalasi sistem, paket quota tidak dipilih. Setelah itu konfigurasi ulang kernel anda dan pada bagian quota support ketikkan y :

    Quota support (CONFIG_QUOTA) [n] y

    Pada Linux redhat 6.2, jika quota sudah diinstall, maka secara otomatis saat booting sistem akan mengaktifkan quota. Untuk mengecek apakah quota sudah aktif lakukan perintah berikut :
    # /usr/sbin/quotacheck –avug

    Kemudian hidupkan quota :
    # /usr/sbin/quotaon -avug

    Setelah itu anda harus menyunting file /etc/fstab untuk mengaktifkan disk quota per baris file sistem, dimana anda dapat mengaktifkan quota untuk masing-masing user atau group atau keduanya untuk semua file sistem yang ada di Linux. Sebelum quota diaktifkan tampilan file /etc/fstab adalah sbb:
     
    /dev/hda1       /        ext2    defaults        1       1
    /dev/hda2       /home    ext2    defaults        1       1


    Untuk mengaktifkan quota user, tambahkan “usrquota” pada kolom keempat setelah “defaults” menjadi :
    /dev/hda1       /        ext2    defaults        1       1
    /dev/hda2       /home    ext2    defaults,usrquota       1        1


    Cara untuk mengaktifkan quota group hampir sama, yaitu hanya dengan mengganti options usrquota menjadi grpquota. Sedangkan untuk mengaktifkan keduanya, dapat dilakukan dengan mengubah options seperti berikut :
    /dev/hda1       /        ext2    defaults              1      1
    /dev/hda2       /home    ext2    defaults,usrquota,grpquota   1   1

    Kemudian perlu dibuat juga file yang berfungsi menyimpan record quota yaitu quota.user dan quota.group. Keduanya harus diset owner sebagai root, dan hanya boleh di read-write oleh root saja. File ini biasa diletakkan di partisi /home.# cd /home
    # touch quota.user 
    # touch quota.group 
    # chmod 600 quota.user 
    # chmod 600 quota.group


    Untuk keterangan lebih lanjut tentang fstab, baca manualnya :


    # man fstab



    Selanjutnya reboot sistem agar quota dapat berjalan. Jika operasi sudah berjalan normal anda tidak perlu lagi menjalankan perintah quotacheck dan quotaon. Anda hanya perlu memastikan bahwa quota benar-benar sudah diaktifkan. Cara yang mudah untuk melakukan ini ialah dengan menjalankan perintah quota –v. Dari keluaran perintah ini dapat anda lihat satu baris informasi tentang pemakaian disk dan batas quota saat itu untuk masing-masing file sistem yang telah diaktifkan quotanya.



    Untuk mengalokasikan batas quota digunakan perintah edquota. Perintah dapat digunakan baik untuk mengatur quota seorang user maupun quota sebuah group. Apabila perintah edquota digunakan untuk mengatur quota seorang user maka setelah perintah edquota bisa diikuti dengan flag –u atau bisa juga tidak, baru kemudian diikuti namauser yang akan diatur quotanya. Jika peintah edquota tidak diikuti flag, maka secara default perintah edquota tersebut dianggap akan mengatur quota seorang user alias menggunakan flag –u. Karena itu, jika perintah edquota ini akan digunakan untuk mengatur quota sebuah group, maka setelah perintah ini harus diikuti flag –g baru kemudian diikuti nama group yang akan diatur quotanya. Selain itu perintha edquota ini juga dapat digunakan untuk mengatur quota dua atau lebih user atau group sekaligus. Sintaksnya :
    # edquota <user1> <user2> <user3> …dst


    dan untuk mengatur dua atau lebih group digunakan :


    # edquota  -g <group1> <group2> <group3> …dst


    Ketika perintah edquota diminta, secara otomatis sistem akan menggunakan fasilitas teks editor vi untuk menyunting batas-batas quota yang dikehendaki. Penggunaan perintah edquota dapat dilihat pada contoh berikut :


    Untuk edit quota user # edquota –u bagus
    Quotas for user bagus: 
    /dev/hda2: blocks in use: 2594, limits (soft = 5000, hard = 6500) 
               inodes in use: 356, limits (soft = 1000, hard = 1500)

    "blocks in use" adalah jumlah total blok (dalam kilobyte) yang telah dipakai oleh user. "inodes in use" adalah jumlah total file yang dimiliki user dalam partisi tersebut.
     
     
    Untuk edit quota group
    # edquota –g asisten
    Quotas for group asisten: 
    /dev/hda4: blocks in use: 5799, limits (soft = 8000, hard = 10000) 
               inodes in use: 1454, limits (soft = 3000, hard = 4000)
    Seringkali seorang administrator ingin supaya ia dapat mengatur batas quota pada suatu rentang uid atau user ID, sehingga dia tidak perlu memberikan batas quota masing-masing user satu demi satu yang tentu saja akan memakan waktu dan tenaga. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan flag –p pada perintah edquota. Hal pertama yang harus dilakukan dalam penduplikasian batas quota untuk sejumlah user ini adalah menentukan batas quota yanag akan dijadikan contoh atau prototype pada seorang user saja. Setelah itu proses duplikasi dapat dilakukan. Jika diasumsikan shell anda adalah csh dan user ID dimulai pada nomor 500 maka digunakan perintah :
    # edquota -p bob `awk -F: '$3 > 499 {print $1}' /etc/passwd`
     

    Jika anda ingin mengeset sendiri grace periode, dapat dilakukan perintah edquota –t. Maka akan ditampilkan :
    # edquota -t
    Time units may be: days, hours, minutes, or seconds 
    Grace period before enforcing soft limits for users: 
    /dev/hda2: block grace period: 0 days, file grace period: 0 days 


    Jika anda ingin mengeset grace periode menjadi 5 hari maka anda cukup mengubah angka 0 days menjadi 5 days, disesuaikan dengan block dan filenya.

    Keterangan selengkapnya baca di manual :

    # man edquota


    Setelah disk quota aktif pada system, tentu saja administrator ingin memeriksa batas quota dan kapasitas disk quota yang telah digunakan. Untuk melakukan hal itu, selain dapat menggunakan perintah quota, juga dapat digunakan perintah repquota. Perintah quota hanya dapat digunakan oleh seorang user untuk memeriksa quota user dan group, dan pemakaian kapasitas disk yang dimilikinya. Perintah ini tidak bisa digunkan untuk melihat informasi quota yang dimiliki user lain atau group lain,


    jika hanya menggunakan account user biasa. Hanya superuser atau yang memiliki account root yang dapat melihat informasi quota y ang dimiliki user lain beserta pemakaiannya. Perintah repquota dapat digunakan untuk mendapatkan ringkasan dari semua informasi quota dan pemakaian disk untuk file system yang telah diaktifkan quotanya. Berbeda dengan perintah edquota, pada perintah repquota ini jika anda tidak menambahkan flag apapun, secara otomatis yang akan ditampilkan adalah quota untuk masing-masing user dan quota untuk masing-masing group (jika keduanya ada). Jadi misalkan ingin melihat alokasi quota tiap user di file system /home digunakan perintah :
    # repquota –u /home
    misalnya tipe user di file sistem /home ini telah diatur, akan muncul tampilan  :
                          Block limits               File limits 
     
       User         used    soft    hard  grace    used  soft  hard   grace 
     
       root   --  175419       0       0          14679     0     0 
       bin    --   18000       0       0            735     0     0 
       uucp   --     729       0       0             23     0     0 
       man    --      57       0       0             10     0     0 
       bagus  --   13046   15360   19200            806  1500  2250 
       andri  --    2838    5120    6400            377  1000  1500
     
    Penggunaan perintah quota –v oleh seorang user dapat dilakukan untuk melihat batas quota yang dimilkinya di file system tertentu. Sebagai contoh di bawah ini user adjie akan melihat batas quota yang dimilikinya :

    # quota –v 
     
    Disk quotas for user adjie (uid 501) :
    Filesystem  blocks  quota  limit  grace  files  quota  limit  grace
    /home         525*     500     550    5days    17     0      0  
    /usr          0     500    550              0     0      0 
     
    Pada file system /home dari contoh di atas dapat dilihat bahwa user tersebut telah lewat 25 blok dari batas quota yang diizinkan dan mempunyai sisa perpanjangan waktu 5 hari lagi. Tanda asterisk (*) menunjukkan bahwa user tersebut saat ini telah melewati batas quota yang dimilikinya. File system yang tidak digunakan sama sekali oleh user biasanya tidak akan ditampilkan dalam keluaran peintah quota, meskipun user tersebut mempunyai jatah quota pada file system tersebut. Jadi pada contoh di atas (user adjie selain punya quota di /home juga ada di /usr). Jika perintah quota 
     
    digunakan tanpa flag apapun, maka quota user adjie di /usr tidak akan ditampilkan karena dia sama sekali belum menggunakan jatah quotanya di file system tersebut. Tapi karena perintah edquota menggunakan flag –v maka semua informasi tentang quota yang dimilikinya akan ditampilkan.



    3. Perkembangan KernelBiasanya kernel yang terdapat pada sistem Linux yang kita install sudah berjalan baik, namun kadang kernel perlu dikompilasi ulang atau bahkan di upgrade ke versi yang lebih tinggi agar bisa bekerja optimal pada sistem Linux kita. Hal ini bisa disebabkan karena kernel versi sebelumnya tidak mendukung feature-feature terbaru sesuai dengan perkembangan software. Kernel terbaru saat pembuatan modul adalah kernel versi 2.4.7. Kernel yang msih banyak digunakan sekarang ini adalah kernel 2.4.2 yang secara garis besar mempunyai feature sebagai berikut :

    §  Mendukung  sampai 2.4 milyar user dan group
    §  Dukungan RAM hingga 64 Gigabyte
    §  NetFilter sebagai pengganti IP chains
    §  Dukungan USB yang lebih banyak
    §  Reiserfs journaling file system yang memiliki kecepatan dan performance yang lebih bagus
    §  /dev file system (devfs), virtual file system untuk device (seperti /proc 
                  untuk memory), tetapi masih dalam tahap percobaan.


    Bersambung di sini


    • Blogger Comments
    • Facebook Comments
    Item Reviewed: Linux, Quota dan Kernel part 1 Rating: 5 Reviewed By: Ichsan SN
    Scroll to Top